Minggu, 08 Desember 2013

Nasihat Bisnis untuk Anda

Assalammu'alaikum
Semangat pagi dan semoga hari ini lebih baik dari hari sebelumnya.
Ada beberapa nasihat bisnis yang ingin saya bagikan untuk anda semua. Apa sajakah nasihat tersebut?
1. Janganlah berusaha meyakini orang lain mengenai apapun. Sebaliknya, carilah sesuatu yang benar-benar Anda yakini. Jika anda meyakininya, maka itulah yang akan menular.
2. Jika seseorang yang anda percayai mengkhianati anda, janganlah berusaha membalas dendam  dan jangan menyumpahi orang tersebut agar sakit. Tetapkan kondisi pemikiran yang objectif dan anggap saja ia sudah hilang dari kehidupan anda.
3. Pahami apa saja yang menggerakkan orang lain - apa yang membuatnya bangun di pagi hari, apa yang ia kejar dalam hidup ini--penting untuk membentuk hubungan produktif satu sama lain. Anda harus memahami kebutuhan mitra anda sebelum anda dapat memenuhinya.
4. Bersikaplah hati-hati. Ketidakhati-hatian akan mengirim sinyal yang salah dan membuat orang lain berpikir bahwa anda tidak dapat dipercaya.
5. Bangun dan pertahankan reputasi yang baik. Pada akhirnya, bisnis adalah tentang kepercayaan.
6. Ketika bangun pertama kali di pagi hari, janganlah berpikir tentang target atau untung berapa hari ini tapi bersyukurlah kepada Allah bahwa anda diberikan kesehatan dan nyawa anda masih ada di jasad anda.
7. Sebelum melakukan aktivitas dan sebelum berangkat keluar dari rumah, lakukan hal terpenting ini: lakukan sholat dhuha minimal 4 rakaat dan niatkan bahwa anda bekerja (berdagang) untuk menafkahi keluarga, anak dan istri.
8. Ingat, bisnis yang anda geluti saat ini, keuntugannya bukan hanya milik anda dan keluarga anda saja melainkan di dalamnya terdapat juga milik kaum dhuafa dan anak yatim piatu. Keluarkan sedekah setiap hari.

Demikianlah beberapa nasihat bisnis yang saya bagikan untuk anda. Semoga bermanfaat. Kirimkan testimoni anda ke: abayuprasetyo@gmail.com bila anda merasakan artikel ini sangat bermanfaat bagi bisnis anda.

Salam Perubahan,

Bayu Prasetyo
PengusahaRevolutioner, Coach Bisnis, Pembicara Seminar, Motivator Indonesia, No Brain Trainer
Pin:228CA42D

Jumat, 06 Desember 2013

Otak Kiri, Otak Kanan, atau No Brain Action

Ibadah cara otak kiri :
~ Kaya dulu baru sedekah
~ Mapan dulu, baru menikah, baru punya anak.
~ Cukup dulu, baru berbakti kepada orang tua.
~ Dapat nikmat dulu, baru bersyukur, baru khuznuzon
~ Punya kebebasan waktu dulu, baru shalat dhuha, baru shalat tahajjud.
~ Merasa berdosa dulu baru shalat taubat, baru istighfar
~ Selesai shalat dulu, baru dzikir
~ Dzikir dengan hitung2an khusus.

Sepintas ini nampak masuk akal.
Padahal otak kanan dan agama malah mengajarkan kebalikannya :
~ Sedekah dulu, baru rejekinya bisa berlimpah
~ Menikah dulu, baru rejekinya bisa berlebih
~ Bersyukur, khusnudzon, istighfar dan dzikir itu mesti diamalkan kapanpun, dimanapun, dan tidak harus ada sebab2 khusus, juga tidak harus ada hitungan2 khusus ( boleh sih boleh tapi tidak harus)
~ Tidak percaya..? coba aja sendiri.. ^__^

~ Memang, otak kiri dan otak kanan senantiasa bekerja beriringan dan saling mendukung. Apalagi terkait ibadah, otak kiri sangat berperan untuk keteraturan dan penghafalan. Apa yg disesalkan disini adalah pola pikir kiri yg berlebihan terutama soal rasionalistis.

Iyyaa kana'budu wa iyyaa kanasta'in..

Jangan iyyaa kanasta'in baru iyyaa kana'budu

Nah lebih enak lagi dgn No Brain Action, gag usah banyak mikir, namun perbanyak amalan (action/move on/bergerak/hijrah), gag banyak mikir, namun banyak berbuat dgn prepare yg baik sesuai ajaran manusia mulia Nabi Muhammad SAW.

Tinggal bergerak saja, gag usah mikir tinggal copy paste aturannya dari Al Quran & Hadist. Jadilah manusia yg mardhotillah, gag itung itungan namun hanya berharap RIDHO ALLAH dan NUSROTULLOH.

Semoga bermanfaat.

Salam Perubahan,

Bayu Prasetyo (Ubay)
Motivator Indonesia, Trainer "NO BRAIN", Pembicara Seminar, Pembicara Motivasi
Pin:228CA42D