Ingin Tahu apa yang terjadi di UMY tanggal 13 Maret 2015? Kunjungi BayuPrasetyo.com
Minggu, 15 Maret 2015
Sabtu, 06 September 2014
Kejar Dunia atau Kejar Akhirat?
Wahai sahabat2 yang dimuliakan oleh Allah S.W.T, menurutmu manakah yang harus kita dahulukan ya 'Kejar Dunia atau Kejar Akhirat?'
Banyak sekali jawaban dari sahabat2ku mengatakan 'Kejar Dunia utk Akhirat'. Itu tidak disalahkan, tapi jika menilik dari sebuah mahfum hadist "bekerjalah kamu utk akhiratmu, maka dunia akan datang kepadamu dg hina"
Apa yg dimaksud dg 'bekerjalah utk akhiratmu'? Maksudnya adalah bekerja dg menerapkan dan menjalankan hal2 yg wajib dan sunnah yg dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad S.A.W. Yaitu: sholat tepat waktu, keluar rumah berniat utk menjemput rezekiNya utk dipergunakan sbg bekal ibadah kepada Allah, berwudhu setiap kali melakukan perjalanan atau setiap batal wudhunya, keluarkan sedekah jalan, masuk dan keluar WC membaca doa, dsb.
Demikian sekelumit yang bisa kami bagikan kpd sahabat, bila ada pertanyaan bisa di mention ke kami.
Semoga Allah memudahkan kehidupan dan penghidupan sahabat, serta sahabat dpt digolongkan sbg mukmin sejati.
#IndahnyaBerbagi #Silahturahim
Salam Perubahan,
Bayu Prasetyo
UbaY
Motivator Indonesia, Pembicara Seminar, Pembicara Motivasi, Konsultan Bisnis
@MotivaBisnis
Pin:228ca42d
Sabtu, 03 Mei 2014
10 Ribu Rupiah
KISAH INSPIRASI: 1ORIBU RUPIAH MEMBUAT ANDA MENGERTI CARA BERSYUKUR
Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar, tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan. Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, "Beri kami sedekah, Bu!"
Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan, ia lalu menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya. Kemudian pengemis itu memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke mulutnya, seolah ia ingin berkata, "Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan!"
Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, "Tidak... tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!" Ironisnya meski tidak menambahkan sedekahnya, istri dan putrinya Budiman malah menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli cemilan. Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan ke arah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang tanggal gajian, karenanya Budiman ingin mengecek saldo rekening dia.
Di depan ATM, Ia masukkan kartu ke dalam mesin. Ia tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat kemudian muncul beberapa digit angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening. Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM. Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya. Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai 10 ribu yang ia tarik dari dompet. Uang itu Kemudian ia lipat kecil untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadi meminta tambahan sedekah.
Saat sang wanita pengemis melihat nilai uang yang diterima, betapa girangnya dia. Ia pun berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan: "Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah... Terima kasih tuan! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga. Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan keluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga tuan dan keluarga juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga...!"
Budiman tidak menyangka ia akan mendengar respon yang begitu mengharukan. Budiman mengira bahwa pengemis tadi hanya akan berucap terima kasih saja. Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadi sungguh membuat Budiman terpukau dan membisu. Apalagi tatkala sekali lagi ia dengar wanita itu berkata kepada putri kecilnya, "Dik, Alhamdulillah akhirnya kita bisa makan juga....!" Deggg...!!! Hati Budiman tergedor dengan begitu kencang. Rupanya wanita tadi sungguh berharap tambahan sedekah agar ia dan putrinya bisa makan. Sejurus kemudian mata Budiman membuntuti kepergian mereka berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuah warung tegal untuk makan di sana.
Budiman masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga istri dan putrinya kembali lagi dan keduanya menyapa Budiman. Mata Budiman kini mulai berkaca-kaca dan istrinya pun mengetahui itu. "Ada apa Pak?" Istrinya bertanya.
Dengan suara yang agak berat dan terbata Budiman menjelaskan: "Aku baru saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah!"
Awalnya istri Budiman hampir tidak setuju tatkala Budiman mengatakan bahwa ia memberi tambahan sedekah kepada wanita pengemis. Namun Budiman kemudian melanjutkan kalimatnya: "Bu..., aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat menerimanya, ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Tidak itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan keluarga kita. Panjaaaang sekali ia berdoa!
Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah.
Bu..., aku malu kepada Allah! Dia terima hanya 10 ribu begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak berucap hamdalah."
Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata dan beberapa bulir air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemas setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba. Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang kerap lalai atas segala nikmat-Mu
Salam Perubahan,
Bayu Prasetyo
Motivator Indonesia, Pembicara Seminar, Pembicara Motivasi, Trainer No Brain, Pengusaha
Ingin mengundang sebagai Pembicara Seminar atau Pembicara Motivasi di Perusahaan anda, hubungi : Pak Sigit (081586119833) atau Ibu Via (0818513175)
Selasa, 29 April 2014
Siapa Sahabat Baik kita?
Renungan Pagi:
Sayyidina Umar bin Khaththab R.A berkata;
√ Tak ada kenikmatan setelah kenikmatan Islam yg lebih besar dari pada berteman dgn org shalih, jika kau mendapatkan maka jagalah pertemananmu dgn nya..
Asy-Syafi'i berkata:
√ Jika kau mempunyai teman yg setia padamu, membantu-mu dlm ketaatan maka jgn pernah kau putuskan dia!
√ Menjadi teman yg baik itu susah dan memutuskan nya gampang sekali..
Imam Hasan al-Bashri berkata:
√ Kami lebih mencintai teman yg shalih dari pada keluarga dan anak, krn keluarga dan anak lebih sering mengingatkan kita pada dunia, tapi teman yg baik akan selalu mengingatkan kita pada akhirat, dan ciri mereka adalah siap berkorban utk kita..
Lukman alhakim menasihati anaknya:
√ Wahai anakku setelah kau mendapatkan keimanan pada Allah, maka carilah teman yg baik dan tulus..
√ Perumpamaan teman yg baik seperti "pohon" jika kau duduk di bawahnya dia dpt menaungi-mu, jika kau mengambil buahnya dpt kau makan..
√ Jika ia tak bermanfaat utk mu ia juga tak akan membahayakan-mu..
"Ya Allah bimbing kami utk selalu mendapat teman yg baik hingga selalu bersama di dunia dan akhirat di bawah panji Rasulullah Saw.."
Salam Perubahan,
Bayu Prasetyo
Motivator Indonesia, Pembicara Motivasi, Trainer "NO BRAIN", HypnoTherapyst
Ingin mengundang Seminar atau InhouseTraining silahkan menghubungi: Pak Sigit 081586119833 atau Ibu Via 0818513175
Rabu, 12 Februari 2014
Kultwit #RezekiDiAntar @MotivaBisnis
Malam sahabat2ku, sdh lama tidak menyapa sahabatku. Bagaimana kbrnya? Simak y kultwit ttg #RejekiDiAntar. Pantengin jam 8 ya
Sebelum kita mulai, yuk baca basmalah. 5 menit lg
1. Bagaimanakah caranya agar #RejekiDiAntar? Inilah pertanyaan yg sering ditanyakan peserta seminar @MotivaBisnis.
2. Sy juga akan sharing ttg metode #Ngepet versi islam agar #RejekiDiAntar
3. Cara agar #RejekiDiAntar menurut Pengusaha adl buka counter di tempat strategis dan berikan promosi heboh
4. Cara lainnya agar #RejekiDiAntar dan msh menurut pengusaha adl usahanya di Franchise kan atau di buat BO.
5. Cara yg kami bagikan di luar kebiasaan lain pd normalnya, yaitu sholat ontime, lakukan pengajian di tempat usahanya agar #RejekiDiAntar
6. Sholatlah secara berjamaah, di tempat usahanya buatlah taklim mengenai kisah2 sahabat, perjuangan Rasul, dsb agar #RejekiDiAntar
7. Ajarkan kpd seluruh pegawai kita agar selalu keluarkan sedekah setiap berangkat kerja agar #RejekiDiAntar dan dilindungi Allah
8. Bacalah 1-2 hadist sebelum memulai pekerjaan dan diperdengarkan kpd seluruh pegawai #RejekiDiAntar
9. Bacalah selalu Al Quran secara berjamaah di kantor #RejekiDiAntar
10. #Ngepet versi Islam: suami kerja, istri jaga lilin (jaga sholat wajib dan sunnah, baca quran, doakan suamimu) #RejekiDiAntar
Itulah 10 cara agar #RejekiDiAntar . Smg bermanfaat. Aamiin. Tutup dgn hamdalah dan doa kifarah majelis
Rabu, 29 Januari 2014
Tips menjadi Orang Paling Bahagia
Berikut ini saya ingin membagikan beberapa Tips Menjadi Orang Paling Bahagia untuk Para Sahabat saya:
1. Jagalah Sholat 5 Waktu Tepat Waktu,
2. Ingatlah selalu kepada Allah, sesungguhnya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang tenteram, Allah menjadi Ridho dan tekanan hidup terasa ringan,
3. Bersihkan diri dari dengki/iri, keluarkan penyakit permusuhan dari jiwa,
4. Bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan kepada kita maupun atas semua yang belum Allah berikan pada kita. Dengan bersyukur, Allah akan menambahkan nikmatNya pada kita,
5. Perbanyaklah membaca Istighfar, minimal 100x setiap pagi (ba'da Sholat subuh) dan sore (ba'da sholat ashar),
6. Hiduplah bersama Al Quran,
7. Jauhi Riba,
8. Bacalah berulang-ulang 'Laa Haula walla quwata Illa Billahi,
9. Walaupun kita sedang kesusahan, jadilah orang yang selalu bisa memberi,
10. Perbanyak juga membaca 'Laa Illaha Illa anta Subhanaka inni Kuntu Minaz zholimin',
11. Tersenyumlah,
12. Perbanyak Silahturrahim
Demikianlah Tips menjadi Orang paling bahagia.
Salam Perubahan,
Selasa, 28 Januari 2014
4 Sifat Utama Seorang Sales
4 Sifat Utama yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW adalah:
1. SIDDIQ
2. AMANAH
3. TABLIGH
4. FATONAH
Berikut ini penjelasan dari masing2 sifat di atas:
1. SIDDIQ:
Siddiq artinya Jujur. Sifat ini kita bisa lihat juga seperti sifatnya Angin. Kenapa Angin? Karena Angin membawa sifat jujur. Contoh: bila ada orang yang kentut atau buang gas, pastilah angin membawa bau tersebut ke orang lain yang di sekitarnya. Bukan berarti bila yang kentut itu cantik, lalu yang disampaikan (dibawa) itu berubah menjadi wangi hehehe.
2. AMANAH
Amanah artinya bisa dipercaya. Sifat inipun kita bisa lihat dari sifatnya Tanah. Tanah bila di tanamnya adalah biji jagung, ya yang dihasilkan juga tanaman jagung bukan tanaman tebu.
3. TABLIGH
Tabligh artinya menyampaikan sesuatu tidak ada yang dikurangi ataupun ditambah2i.
4. FATONAH
Fatonah artinya Cerdas atau Pandai. Seorang muslim haruslah selalu belajar dari siapapun, dari manapun dan wajib selalu menjemput suatu ilmu pengetahuan alias orang muslim tidak boleh 'Bodoh'.
Begitupun sifat Nabi Muhammad inipun seharusnya dimiliki oleh Para Sales Muslim dan Perusahaan yang basisnya Islam. Semoga kita bisa mencontoh sifat Nabi di atas.
Salam Perubahan,
Bayu Prasetyo
Motivator Indonesia, Pembicara Seminar, Pembicara Motivasi
Website: http://www.BayuPrasetyo.com
@MotivaBisnis
BLOG: http://SragenBerjamaah.Blogspot.com
@SragenBerjamaah
Jumat, 24 Januari 2014
Kejarlah Akhiratmu maka Dunia akan Ikut
Nabi Muhammad SAW bersabda: "Barangsiapa menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, maka ALLOH akan memberikan kekayaan pada hatinya dan ALLOH akan memudahkan segala urusannya di dunia serta dunia akan mendatanginya dalam keadaan tunduk dan hina.
Dan barangsiapa menjadikan dunia menjadi tujuan utamanya, maka ALLOH akan jadikan kemiskinan terpampang di matanya, dan ALLOH akan jadikan segala urusannya berantakan, dan ia tidak akan mendapatkan dunia kecuali apa-apa yang sudah dituliskan baginya". (Silsilah shohihah: 949).
Orang bijak berkata: siapa menanam padi (akhirat) maka akan tumbuh rumput (dunia), tapi siapa menanam rumput mk tdk akan tumbuh padi. Jadilah bagian orang yg cerdas.
Salam Perubahan,
Bayu Prasetyo
Follow: @MotivaBisnis
Blog: http://SragenBerjamaah.blogspot.com
Twitter@SragenBerjamaah
Kamis, 23 Januari 2014
Cash Flow Langit: Pintu Rezeki Tawakal dan Taqwa
Kisah ini diriwayatkan Ja'far bin Muhammad, yang
memiliki sanad dari ayahnya, lalu dari kakeknya
Suatu ketika, cerita kakek Ja'far, Ali bin Abi Thalib ra karramallahu wajhah mengunjungi rumahnya selepas silaturahim kepada Rasulullah SAW. Di rumah itu Ali ra menjumpai istrinya, Fathimah ra, sedang duduk memintal, sementara Salman al-Farisi berada di hadapannya tengah menggelar wol.
"Wahai perempuan mulia, adakah makanan yang bisa kau berikan kepada suamimu ini?" tanya Ali kepada istrinya.
"Demi Allah, aku tidak mempunyai apapun. Hanya
enam dirham ini, ongkos dari Salman karena aku telah
memintal wol," jawabnya.
"Uang ini ingin aku belikan makanan untuk (anak
kita) Hasan dan Husain."
"Bawa kemari uang itu."
Fathimah segera memberikannya dan Ali pun keluar membeli
makanan...
Tiba-tiba ia bertemu seorang laki-laki yang berdiri sambil berujar, "Siapa yang ingin memberikan hutang (karena) Allah yang Maha Menguasai dan
Mencukupi?"
Ali mendekat dan langsung memberikan enam dirham di tangannya kepada lelaki tersebut.
Fatimah menangis saat mengetahui suaminya pulang
dengan tangan kosong.
Ali hanya bisa menjelaskan peristiwa secara apa adanya.
"Baiklah," kata Fathimah, tanda bahwa ia menerima keputusan dan tindakan suaminya.
Sekali lagi, Ali bergegas keluar. Kali ini bukan untuk mencari makanan melainkan mengunjungi Rasulullah.
Di tengah jalan seorang Badui
yang sedang menuntun unta menyapanya.
"Hai Ali, belilah unta ini dariku." "Aku sudah tak punya uang sepeser pun."
"Ah, kau bisa bayar nanti."
"Berapa?"
"Seratus dirham."
Ali sepakat membeli unta itu meskipun dengan cara hutang. Sesaat kemudian, tanpa
disangka, sepupu Nabi ini berjumpa dengan orang
Badui lainnya.
"Apakah unta ini kau jual?"
"Benar," jawab Ali.
"Berapa?"
"Tiga ratus dirham."
Si Badui membayarnya kontan, dan unta pun sah menjadi tunggangan barunya.
Ali segera pulang kepada istrinya. Wajah Fatimah kali ini tampak berseri menunggu penjelasan Ali atas kejadian yang
baru saja dialami.
"Baiklah," kata Fatimah selepas mendengarkan cerita suaminya.
Ali bertekad menghadap Rasulullah.
Saat kaki memasuki pintu masjid, sambutan hangat langsung datang dari Rasulullah SAW. Nabi melempar senyum dan
salam, lalu bertanya,
"Hai Ali, kau yang akan
memberiku kabar, atau aku yang akan memberimu
kabar?"
"Sebaiknya Engkau, ya Rasulullah, yang memberi
kabar kepadaku?"
"Tahukah kamu, siapa orang Badui yang menjual onta kepadamu dan orang Badui yang membeli onta darimu?"
"Allah dan Rasul-Nya tentu lebih tahu," sahut Ali memasrahkan jawaban.
"Sangat beruntung kau, wahai Ali. Kau telah memberi pinjaman karena Allah, sebesar enam
dirham, dan Allah pun telah memberimu tiga ratus dirham, 50 kali lipat dari tiap dirham."
Badui yang pertama adalah malaikat Jibril, sedangkan Badui yang kedua adalah malaikat Israfil (dalam riwayat lain, malaikat Mikail)."
Kisah yang bisa kita baca dari kitab al-Aqthaf ad-Daniyah ini menggambarkan betapa ketulusan Ali dalam menolong sesama telah membuahkan balasan berlipat, bahkan dengan cara dan hasil di luar dugaannya.
Keluasan hati istrinya, Fathimah, untuk menerima keterbatasan juga melengkapi kisah kebersahajaan hidup keluarga ini.
Dukungan penuh dari Fathimah
telah menguatkan sang suami untuk tetap bermanfaat bagi orang lain, meski untuk sementara waktu mengabaikan sendiri.
Semoga Ar-Rahman berkenan membukakan pintu hati kita sekeluarga untuk senantiasa selalu berupaya mendekatkan diri kepada-Nya, Aamiin. Yaa Robbal'alamiin.
Salam Perubahan,
Bayu Prasetyo
Blog: Sragen Berjamaah
Follow @MotivaBisnis & @SragenBerjamaah
Sumber: http://bit.ly/1eUQkfG
Senin, 29 April 2013
Kelahiran Anak
Selamat Pagi Sahabat-sahabat http://BayuPrasetyo.com.
Anak,
Semua kita yang telah menikah tentu menginginkan sekali memiliki anak, baik itu Putra ataupun Putri. Setujuuu?
Ya, pasti jawabannya setuju.
Selama masa kehamilan, dari bulan pertama sampai bulan sembilan kita selalu menjaga kehamilan istri kita.
Ketika usia kehamilan menginjak bulan ke-empat, semakin penasaranlah kita ingin tahu apa jenis kelamin anak kita, laki atau perempuan. Biasanya seorang ayah mengharapkan seorang anak laki2 sebagai anak pertama, karena dianggap anak laki2 dapat meneruskan garis keturunannya. Sedangkan Ibu, biasanya menginginkan anak perempuan dikarenakan bila anak pertama anak perempuan diharapkan dapat mengurus orang tuanya ketika orang tuanya sudah tua.
Bulan ke bulan selalu di nanti oleh kedua orang tua baik itu pertumbuhan dan perkembangan si bayi. Ketika sudah menginjak bulan ke-9, orang tua mendapat rekomendasi apakah dapat melahirkan secara normal ataupun melahirkan secara caesar.
Ketika dokter mengatakan harus dilahirkan secara caesar, maka orang tua bayi akan mengeluarkan biaya yang jauh lebih 'besar' dibandingkan jika dilahirkan secara normal (pastinya). Bayangkan, jika yang mengalami tersebut (lahir secara caesar) adalah orang yang 'tidak mampu' bagaimana cara dia dapat melunasinya?.
Cara yang dapat digunakan adalah:
1. Sholat 5 Waktu tanpa tertinggal satupun,
2. Sholat Tahajjud (paling tidak, dapat dikerjakan 8 Rakaat),
3. Tillawatil Quran,
4. Sholat Dhuha (paling tidak, dapat dikerjakan 8 Rakaat),
5. Sholat Rawatib juga dikerjakan,
6. Sedekah setiap hari
Lalu disetiap sholat tersebut, berdoa agar Allah akan melunasi serta menutupi semua biaya dan kebutuhan kita. Yakinlah, Kebutuhan dan Biaya tersebut akan dilunasi oleh Allah tepat waktu.
Salam Perubahan,
Bayu Prasetyo
Motivator Indonesia
http://www.BayuPrasetyo.com
@MotivaBisnis
Matahari atau Lilin
Bila kita ibarat hidup kita ini seperti Matahari atau Lilin, menurut sahabat manakah yang paling diinginkan?
Lilin, dirinya sangat bermanfaat bagi orang di sekelilingnya tapi justru tidak ada kebaikan bagi dirinya karena justru merusak dirinya.
Matahari,
Matahari sangat bermanfaat bagi seluruh makhluk sehingga seluruh makhluk berterima kasih dan berdoa agar matahari tetap ada agar tidak mengalami kegelapan yg gelap gulita.
Berdasarkan kedua contoh di atas, kita harus bisa menjadi matahari. Mengapa seperti itu? Karena ketika kita berpikir kita harus mengubah orang lain, maka diri kita tidak dapat apa2. Tetapi berbeda halnya dengan ketika kita ingin merubah diri kita menjadi lebih baik maka orang lainpun mendapat perbedaan yang nyata diri kita yang dahulu. Ketika melihat diri kita berbeda dari sebelumnya maka orang lain pun akan mengikutinya.
Kami memiliki Pelatihan Motivasi setiap bulan yaitu Pelatihan Motivasi Iktikaf Moslem Entrepreneur yang di adakan di Kota Cirebon. Ingin infonya, hubungi: 08113477147
Salam Perubahan,
Bayu Prasetyo
http://www.BayuPrasetyo.com
Motivator Indonesia , Trainer Motivasi
@MotivaBisnis
